Tuesday, October 13, 2015

Sejarah Masakan Rendang Khas Negeri Minang

Sebagaimana kita ketahui bersama masakan rendang merupakan makanan khas dari Negeri Minang, Sumatera Barat. Rendang adalah makanan yang terbuat dari
daging sapi bercita rasa pedas yang dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah. Jika Orang Minang sendiri biasanya menyebut rendang dengan sebutan randang. Masakan yang satu ini sangat populer sehingga banyak ditemukan dirumah-rumah makan Padang di daerah Nusantara maupun Mancanegara.

Sejarah Rendang

Rendang/Randang adalah masakan yang terbuat dari daging sapi sebagai bahan utamanya. Rendang menggunakan santan kelapa/karambia ditambah campuran bumbu khas yang sudah dihaluskan seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, dan serai. Bumbu-bumbu alami yang digunakan dalam pembuatan rendang memiliki sifat antiseptik sehingga bisa berguna sebagai pengawet alami. Tidak hanya itu bumbu-bumbu yang lain juga mempunyai sifat antimikroba yang sangat kuat. Tidak heran jika rendang dapat bertahan berbulan-bulan lamanya.

Sejarah asal usul rendang berasal dari daerah Sumatera Barat. Bagi masyarakat negeri minang, rendang sudah menjadi bagian dari tradisi makanan yang dihidangkan didalam berbagai acara maupun keseharian. Kuat dugaan jika rendang telah ada sejak nenek moyang masyarakat minang merayakan acara adat pertama kalinya.


Seorang sejarahwan dari Universitas Andalas/UNAND yang bernama Gusti Anan menduga kuat jika rendang sudah ada sejak abad ke-16. Kesimpulan ini didapat beliau dari sebuah literatur dari abad ke-19 yang tertulis bahwa masyarakat Negeri Minang darat sering berpergian menuju Selat Malaka hingga Singapura. Perjalanan tersebut bisa memakan waktu lebih kurang memakan waktu satu bulan dengan menggunakan jalur air. Mengingat tidak adanya perkampungan disepanjang perjalananan, pastilah mereka sudah menyiapkan bahan makanan yang akan tahan dalam jangka waktu yang lama yaitu rendang. Gusti Anan juga beranggapan terbukanya kampung-kampung baru di daerah Pantai Timur Sumatera hingga Singapura, Malaysia, dan Melaka oleh masyarakat Minang pada abad ke-16 telah menjadikan rendang sebagai makanan mereka karena perjalanan tersebut butuh waktu berbulan-bulan lamanya.

Selain dari catatan sejarah yang dihimpun oleh istanasejarah, Sejarah Masakan Rendang Khas Negeri Minang juga dapat ditemukan dalam catatan harian  Kolonel Stuers tahun 1827 yang berisi tentang sastra dan kuliner. Di dalamnya tertulis deskripsi kuliner yang mengarah pada rendang dan makanan yang dihanguskan dan dihitamkan. Menurut Gusti Anan, hal ini adalah salah satu cara masyarakat minang dalam metode pengawetan makanan. Rendang berasal dari kata "merandang" yang mana adalah memasak santan sampai kering dengan perlahan. Hal ini sangat cocok jika dibandingkan dengan membuat rendang yang dimasak hingga santan tersebut kering dan cokelat menghitam.

Sejarah rendangpun tidak lepas sejak abad ke-14 yang saat itu orang-orang dari Arab dan India mendatangi dan tinggal di kawasan pantai barat daerah Sumatera.  Rempah serta bumbu-bumbu sudah diperkenalkan oleh orang-orang tersebut. Masakan kari yang juga sudah menjadi makanan khas orang India pada abad ke-15 diduga juga merupakan dasar dari bahan rendang itu sendiri. Bukan tidak mungkin hal ini berkaitan mengingkat adanya kontrak perdagangan pada masa itu. Ahli waris Tahta Istana Pagaruyung juga berkemungkinan bahwa rendang merupakan tingkatan proses dari masakan kari. Perbedaannya adalah sifat rendang yang lebih kering sehingga lebih awet jika dibandingkan dengan kari.

Hingga sekarang masakan khas dari Negeri Minang ini tidak pernah mati. Malah sangat terkenal baik di Nusantara maupun Mancanegara. Jadi jangan heran jika banyak warung makan yang menyediakan rendang sebagai masakan favorit. Tidak hanya dari daging sapi, saat ini variasi rendangpun bisa kita jumpai mulai dari rendang ayam, bebek, telur, hati, paru dan ikan. Selain itu ada juga rendang suir khas dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Perbedaannya adalah rendang suir ini serat dagingnya akan disuir kecil-kecil sehingga membuat masakan ini lebih terasa dagingnya.

Kepercayaan Di Balik Rendang

Masakan tradisional rendang mempunyai posisi yang terhormat di dalam masyarakat Negeri Minang. Karena bahan-bahan dalam pembuatan rendang memiliki makna tersendiri. Mulai dari bahan utamanya yakni daging sapi yang melambangkan niniak mamak dan bundo kanduang yang artinya mereka  akan memberi kemakmuran kepada anak kemenakan dan anak pisang. Berikutnya adalah santan kelapa atau karambia yang melambangkan kaum intelek. Yang artinya dalam bahasa Minang adalah cadiak pandai/cerdik serta pandai dimana mereka merekatkan kebersamaan dalam kelompok dan individu. Selanjutnya adalah lado atau cabai yang melambangkan alim ulama yang tegas dalam mengajar agama. Bahan terakhir adalah bumbu atau pemasak yang melambangkan dimana setiap individu-individu memiliki peran untuk memajukan hidup berkelompok yang merupakan unsur terpenting dalam hidup bermasyarakat di Negeri Minang.

Informasi yang singkat ini semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang Masakan Rendang Khas Negeri Minang Sumatera Barat. Mari kita jaga bersama serta lestarikan kuliner yang ada di Indonesia agar tidak luput terkekang oleh jaman. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon