Tuesday, July 26, 2016

Inilah 3 Obat Penawar Ketika Marah

Tags

Mempelajari serta melakukan obat atau penawar ketika marah merupakan hal penting. Dalam dunia modern, dikenal juga istilah mengendalikan emosi agar tetap pada kondisi yang stabil. Rasa marah bisa berakibat positif atau negatif tergantung bagaimana sikap kita ketika kita sedang marah. Marah bisa digambarkan seperti api. Jika bisa dikendalikan maka api akan memberikan manfaat. Jika tidak, maka justru akan berubah bencana. Begitu juga dengan marah, marah akan kemaksiatan, marah akan kemalasan, kemungkaran dan lain sebagainya merupakan hal yang positif.

Rasulullah sudah menerangkan bahwa orang yang kuat bukan mereka yang lihai bergulat tetapi mereka yang bisa menahan rasa marahnya. Imam Bukhari pernah meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa pernah ada seorang yang berkata pada Rasullulah dengan perkataan ‘Nasehatilah aku’, kemudian Rasulullah menjawab ‘jangan marah’. Kata-kata itu diulangi Rasulullah.
Nah, marah juga bisa dikatakan sebagai penyakit. Oleh sebab itu ada beberapa penawar ketika marah yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan rasa marah itu. Berikut 3 obat penawar yang bisa kita lakukan ketika marah.




1. Membaca Ta’awudz dengan tujuan memohon perlindungan Allah dari Syaithan.
Ada sebuah hadits yang menjelaskan tentang obat penawar ini.
Diriwayatkan dari Sulaiman bin Shurd, ia bercerita bahwa ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah ada dua orang laki-laki yang sedang mengumpat. Salah seorang di antara mereka tampak memerah wajahnya dan urat-urat lehernya membesar. Rasulullah pun bersabda, “Aku akan mengajarkan satu kalimat yang andaikan ia membacanya, niscaya apa yang dialaminya itu pergi darinya. Seandainya ia mengucap ‘Audzubillahi minasy syaithan,’ (aku berlindung kepada Allah dari setan), tentulah apa yang dialaminya itu pergi darinya.” Orang-orang lalu berkata kepada lelaki itu bahwa Rasulullah bersabda, “Mintalah perlindungan kepada Allah dari setan!” orang itu menukas, “Memangnya aku ini orang gila.” (HR. Muttafaq Alaih).

2. Mengubah posisi
Memang terlihat sedikit aneh ketika kita sedang marah kemudian merubah posisi kita sebagai penawar ketika marah. Namun cara ini sangat efektif sebagaimana sudah dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini.
Diriwayatkan dari Abu Dzar, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Jika masing-masing kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk. Jika marah sudah pergi darinya (maka cukuplah itu). Tetapi, jika tidak maka hendaklah ia berbaring.” (HR. Abu Dawud).

3. Bersabar
Pastinya, penawar yang satu ini memang terlihat sangat sulit untuk dijalani, tapi juga sangat efektif.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang sebuah firman Allah. “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik.” (QS. Fushshilat : 34). Kemudian, ia menafsirkan ayat ini dengan sabar ketika marah serta memberi maaf saat mendapatkan perlakuan buruk.
Dengan beberapa cara atau penawar ketika marah kita bisa terhindar dari hal-hal buruk yang ditimbulkan oleh penyakit marah. Insyaallah.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon